
Nama : Raul Gonzalez Blanco
Julukan : “el angel de Madrid” (Malaikat Madrid), “Raul Madrid”, “el Ferrari”.
TTL : San Memez, Madrid, Spanyol. 27 Juni 1977.
Posisi : Penyerang
Tinggi : 180 cm
Karier Klub : - Real Madrid (1994-2010)
- Scahlke (2010-….)
Prestasi : - La Liga Spanyol : 1995, 1997, 2001, 2003, 2007, 2008.
- Piala Super Spanyo : 1997, 2001, 2003.
- Piala Champions UEFA : 1998, 2000, 2002.
- Piala Super Eropa : 2002.
- Piala Interkontinental : 1998, 2000.
Raul Gonzales, striker klub Bundesliga Schalke ini merupakan pemain yang luar biasa. Mantan kapten Real Madrid dan Timnas Spanyol ini tidak pernah menerima kartu merah sepanjang perjalanan karirnya hingga saat ini. Saat belia pemain yang sempat disia-siakan oleh Atletico Madrid, rival sekota Real Madrid, menjadi sosok yang striker yang disegani di dunia. Bukan hanya kepiawaiannya mencetak gol melainkan juga kepribadiannya yang terpuji baik di dalam maupun di luar lapangan.
Raul merupakan sosok yang terpuji baik di dalam maupun di luar lapangan. Pembawaannya yang dingin ditambah dengan jiwa kepemimpinannya membuat dia selalu dihormati. Walaupun di tahun 2005 ke atas ketajamannya jauh menurun dia masih tetap saja di hormati dan disegani para defender dan penjaga gawang lawan. Pemain-pemain top datang dan pergi dari Santiago Barnebeu dia tetap saja menjadi jiwa Real Madrid walaupun hanya duduk dari bangku cadangan.
Hingga akhirnya pada tahun 2010 saat kedatangan Jose Mourinho ke Real Madrid yang membuat Raul harus benar-benar mengangkat kaki dari Barnebeu. Walaupun begitu kepergian Raul dari Madrid bukan merupakan kesetiaanya memudar melainkan kabaikan untuk Madrid itu sendiri. Raul sadar bahwa sudah saatnya dia memberikan kesempatan kepada pemain muda Madrid generasi berikutnya. Sempat tepikirkan oleh Raul untuk pension dari dunia sepak bola tapi di saat yang bersamaan juga Shalke yang dilatih oleh Felix Magath sangat menginginkan servis Raul untuk mengisi lini depan Schalke. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan masukan dia memilih untuk bergabung dengan Schalke. Walaupun demikian dia tetap mengatakan el-Real adalah jiwa yang sesungguhnya.
Semenjak kepergian Raul ke Schalke ketajamannya pun tidak hilang. Walaupun Schalke sempat terseok-seok di awal-awal kompetisi Raul sempat mencetak hattrick pada salah satu laga Bundesliga musim 2010/11. Luar biasa daya magis sang Pangeran Barnebeu ini. Dicap sudah habis, dia masih bisa menunjukan insting sebagai seorang striker kelas wahid. Semoga saja Raul masih bisa memberikan tontonan permaninanya meskipun di usia yang sesenja ini. Saya yakin bahwa penyerang yang satu ini adalah contoh teladan bagi para generasi muda sepak bola. Raul adalah olahragawan sejati, seniman sepakbola yang menampilkan perilaku terpuji di dalam dan di luar lapangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar