Tak terasa dari sekian lama waktu berjalan liga-liga top Eropa hampir mencapai akhir perjalanannya. Rasanya baru kemarin pekan kick-off liga-liga tersebut ditiup. Rasa-rasanya juga baru beberapa hari yang lalu juga proses transfer saga di daratan benua biru, Eropa. Terlalu cepatnya waktu berlalu. Di Jerman, Borusia Dortmound berhasil meraih titel Bundesliga sejak sembilan tahun lalu. Selain itu, DFB Pokal akan diperebutkan antara Shalke 04 vs MSV Duisburg
Di Spanyol, prajurit Catalan, Barcelona, meneruskan dominasi mereka atas seteru abadi mereka, Real Madrid, selama tiga musim berturut-turut. Meskipun El-Barca sempat bertekuk lutut dari El-Real pada partai puncak Copa del Rey. Di Italia, AC Milan mengakhiri puasa gelar Seria A sejak 2004 usai menahan imbang tim kuat ibu kota, AS Roma. Di sisi lain Inter yang menjadi pesaing AC Milan dalam merebut titel liga berpeluang memenangi satu trofi apabila mereka bisa menghempaskan Palermo di laga puncak Copa Italia.
Di tanah Ratu Elizabeth agak berbeda. Memang belum ada tim yang secara matematis menjuarai EPL. Namun secara logis Manchester United paling layah dikedepankan mengingat mereka ‘hanya’ membutuhkan 1 angka untuk memastika gelar ke 19 mereka di ajang EPL. Di lain kompetisi, rival sekota Manchester United, Manchester City, berpeluang menghapus dahaga gelar mereka selama lebih dari 35 tahun apabila mereka berhasil mengubur Stoke City di partai puncak FA Cup. Sebelumnya Birmingham berhasil meraih trofi Carling Cup usai ‘membunuh’ Arsenal di laga puncak.
Lalu muncul dibenak kita sebuah hal yang mengatakan jika telah keluar sebuah pemenang maka usailah sudah sebuah kompetisi meskipun masih menyisakan beberapa partai sisa. Kita menganggap bahwa pertandingan sudah tidak menarik lagi karena kurang greget maupun atmosfir dan tensi pertandingan menurun. Benarkah..??? Ada benarnya jika ada yang berpikir seperti itu. Tidak salah, tapi kurang tepat.
Dalam sebuah kompetisi liga sangat berbeda dengan kompetisi sebuah piala. Di liga mempunyai jadwal pertandingan yang lebih banyak yang harus diselesaikan meskipun sang juara telah mentahbiskan diri mereka sebelum laga pamungkas. Nah, disinilah masih ada sisi-sisi menarik yang sayang untuk dilewatkan. Diantaranya persaingan untuk memperebutkan jatah tampil dikompetisi Eropa maupun bertjuang agar tidak terdegradasi ke divisi bawah.
Ya, inilah yang menarik kawan. Saya yakin tensi dan atmosfir pertandingan tidak kalah menarik dan menegangkan apabila kawan-kawan menyaksikan pertandingan tim-tim yang bersaing memperebutkan jatah tampil di Eropa maupun menghindar dari jeratan degradasi.
Inilah hal-hal yang menarik yang masih tersisa pada partai-partai tersisa. Bukan hanya untuk menghabiskan pertandingan sisa tapi juga untuk mejaga gengsi, menambah fulus, bahkan menaikan harga diri .Mau tahu apa saja yang masih menarik untuk ditonton,,?? Sedikit aja ya.
Di Bundesliga, Wolfsburg yang merupakan sang juara dua musim silam harus menang agar tidak terdegradasi ke Bundesliga 2. Meskipun menang mereka mesti berharap agar tim Borussia Munchengladbah kalah atau pun seri agar mereka bisa mengambil posisi Borussia Munchengladbah. Di liga Inggris lima tim papan bawah masih bersaing untuk selamat dari zona degradasi. Di Spanyol, Espanyol masih mengintip posisi Sevilla agar bisa tampil di UEFA League musim depan. Sementara di papan bawah lebih gawat lagi. Tim peringkat sebelas pun, Osasuna, masih berpeluang terjerembab ke Segunda Divisi jika mereka gagal meraih sebiji poin. Sementara itu di Seria A tiga tim masih berpeluang meraih jatah satu tiket berlaga di Liga Champhions musim depan, As Roma, Lazio, dan Udinese.Di papan bawah, peringkat 14-19 masih berjuang untuk selamat dari jurang degradasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar